Harga minyak memperpanjang kerugian

Broker Forex STP Indonesia

Harga minyak turun tipis pada hari Selasa setelah seorang menteri Rusia mengatakan negara dan OPEC dapat meningkatkan produksi minyak mentah untuk memerangi Amerika Serikat untuk pangsa pasar, memeriksa kenaikan baru-baru ini didorong oleh produksi global yang lebih ketat.

Futures minyak mentah Brent berada di $ 71 per barel pada 0431 GMT, turun 18 sen, atau 0,25 persen, dari penutupan terakhir mereka. Brent berakhir turun 0,5 persen pada hari Senin.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS berada di $ 63,32 per barel, turun 8 sen, atau 0,13 persen, dari penyelesaian sebelumnya. WTI turun 0,8 persen pada hari Senin.

Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov mengatakan pada akhir pekan bahwa Rusia dan OPEC dapat memutuskan untuk meningkatkan produksi untuk memperjuangkan pangsa pasar dengan Amerika Serikat, tetapi ini akan mendorong minyak serendah $ 40 per barel.

“Ada kekhawatiran yang berkembang bahwa Rusia tidak akan menyetujui perpanjangan pemotongan produksi dan kita bisa melihat mereka secara resmi meninggalkannya dalam beberapa bulan mendatang,” kata Edward Moya, analis pasar senior, OANDA.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya termasuk Rusia, yang dikenal sebagai OPEC +, akan bertemu pada bulan Juni untuk memutuskan apakah akan melanjutkan menahan pasokan. Itu terjadi setelah mereka sebelumnya setuju untuk mengurangi produksi sebesar 1,2 juta barel per hari (bph) mulai 1 Januari selama enam bulan.

Produksi minyak serpih yang membengkak di Amerika Serikat juga telah membantu mengendalikan harga minyak mentah patokan.

“Meningkatnya output shale AS telah … memberlakukan headwinds untuk harga minyak,” kata Benjamin Lu, analis komoditas di broker Phillip Futures yang berbasis di Singapura.

Output minyak mentah A.S. dari tujuh formasi shale utama diperkirakan akan naik sekitar 80.000 barel per hari di Mei ke rekor 8,46 juta barel per hari, Administrasi Informasi Energi AS mengatakan dalam sebuah laporan.

Namun, kerugian harga minyak diperiksa oleh pasokan yang lebih ketat dari Iran dan Venezuela di tengah tanda-tanda Amerika Serikat akan semakin memperketat sanksi pada dua produsen OPEC, dan pada ancaman bahwa pertempuran baru dapat menghapuskan produksi minyak mentah di Libya.


Baca juga berita lainnya di: https://tradingpintar.com/

Untuk info lebih lanjut hubungi: +62811837700


Broker Forex STP Indonesia PT. Cerdas Indonesia Berjangka merupakan sebuah Broker Forex pertama di Indonesia sebagai pelopor sistem “Straight Through Processing” atau STP dalam transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi. Pada perdagangan derivatif terdapat transaksi dua arah, yaitu posisi jual dan posisi beli. Dimana pelaku pasar memperoleh dua keuntungan dari dua posisi tersebut. Dalam hal ini, Broker Forex STP Indonesia PT. Cerdas Indonesia Berjangka bekerja sama dengan pedagang yang memiliki hubungan langsung ke pasar finansial

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *