Penurunan Ekonomi Membuat Minyak Jatuh

Broker Forex STP Indonesia

Harga minyak jatuh pada hari Jumat setelah Amerika Serikat menunjukkan tanda-tanda mengikuti Asia ke perlambatan ekonomi, meskipun pemotongan pasokan oleh klub produsen OPEC terus menurun.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS (CLc1) berada di $ 46,71 per barel pada 0117 GMT, turun 35 sen, atau 0,7 persen, dari penyelesaian terakhir mereka.

Minyak mentah berjangka internasional Brent (LCOc1) turun 38 sen, atau 0,7 persen, menjadi $ 55,57 per barel.

Data untuk bulan Desember dari Institute for Supply Management (ISM) pada hari Kamis menunjukkan perlambatan pertumbuhan AS terluas selama lebih dari satu dekade, ketika konflik perdagangan dengan China, penurunan harga ekuitas dan meningkatnya ketidakpastian mulai berdampak pada ekonomi terbesar dunia itu. .

Meskipun demikian, para pedagang mengatakan harga minyak diperkirakan akan menerima beberapa dukungan ketika pemotongan pasokan diumumkan akhir tahun lalu oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) mulai melakukan tendangan.

Pasokan minyak OPEC turun 460.000 barel per hari (bph) antara November dan Desember, menjadi 32,68 juta barel per hari, sebuah survei Reuters ditemukan pada hari Kamis, karena eksportir utama Arab Saudi membuat awal untuk perjanjian pembatasan pasokan, sementara Iran dan Libya memposting penurunan tak disengaja.

OPEC, Rusia dan non-anggota lainnya – aliansi yang dikenal sebagai OPEC + – sepakat Desember lalu untuk mengurangi pasokan sebesar 1,2 juta barel per hari pada 2019 dibandingkan tingkat Oktober 2018. Bagian OPEC dari pemotongan itu adalah 800.000 barel per hari.

“Jika OPEC setia pada pengurangan produksi yang disepakati bersama dengan mitra non-OPEC, itu akan memakan waktu 3-4 bulan untuk membersihkan kelebihan persediaan,” kata konsultan energi FGE.

Mempertimbangkan pemotongan yang direncanakan versus peningkatan berkelanjutan dalam produksi minyak mentah AS, yang mencapai rekor 11,7 juta barel per hari pada akhir 2018, FGE mengatakan pihaknya memperkirakan harga Brent berkisar antara $ 55- $ 60 per barel pada bulan-bulan pertama 2019.


Baca juga berita lainnya di: https://tradingpintar.com/

Untuk info lebih lanjut hubungi: +62811837700


Broker Forex STP Indonesia PT. Cerdas Indonesia Berjangka merupakan sebuah Broker Forex pertama di Indonesia sebagai pelopor sistem “Straight Through Processing” atau STP dalam transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi. Pada perdagangan derivatif terdapat transaksi dua arah, yaitu posisi jual dan posisi beli. Dimana pelaku pasar memperoleh dua keuntungan dari dua posisi tersebut. Dalam hal ini, Broker Forex STP Indonesia PT. Cerdas Indonesia Berjangka bekerja sama dengan pedagang yang memiliki hubungan langsung ke pasar finansial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *